Tentang Kami

Tujuan pembangunan dibidang kesehatan adalah tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan sebagai salah satu syarat peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan umum. Rumah sakit sebagai  institusi multi padat yang komplek  (padat karya, padat   modal, padat profesi, padat teknologi dan  padat resiko)  dituntut untuk berperan  sebagai pusat rujukan dan pengayom medis bagi puskesmas atau pemberi jasa pelayanan kesehatan lainnya yang berada diwilayah kerjanya, terutama untuk kasus-kasus kedaruratan medik.

Di Wilayah Kabupaten Raja Ampat, sebagai upaya unutuk  peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil dan daerah tertinggal,perbatasan, dan pulau-pulau kecil terluar (DTPK)  yang kurang terjangkau oleh pelayanan kesehatan yang memadai  maka sangat dibutuhkan adanya sebuah rumah sakit permanen di wilayah Kabupaten Raja Ampat. Hal ini juga untuk menunjang Visi yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat  saat ini yaitu : “ Gerakan Membangun Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat untuk Mewujudkan Raja Ampat sebagai Kabupaten Bahari yang Sejahtera” disamping untuk menjawab tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan pembangunan kesehatan khususnya masalah pelayanan kesehatan tingkat lanjut bagi penduduk di Wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Sejak tahun 2006 telah mulai dilakukan kegiatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Raja Ampat di Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai.  Sejak Pengoperasian (Soft Opening) RSUD Raja Ampat pada pertengahan Tahun 2010 hingga peresmiannya pada Tanggal 9 Mei 2013 oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, telah banyak membantu dalam hal pelayanan kesehatan lanjut bagi seluruh masyarakat khususnya dari beberapa puskesmas yang letaknya berdekatan dengan Kota Waisai. Banyak kendala dan tantangan yang dihadapai, terutama dalam hal penyediaan sarana dan prasarana serta terutama pemenuhan standar sumber daya manusia yang memadai sesuai tipe Rumah Sakit saat ini. Pemerintah daerah terus berupaya untuk memenuhi kekurangan-kekurangan yang ada secara bertahap hingga sebagaimana adanya saat ini. Meskipun sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, belum ada penetapan kelas oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia terhadap RSUD Kabupaten Raja Ampat, namun secara lokal oleh pemerintah daerah setempat telah diberikan nomenklatur  sebagai “ RSUD Kelas-D “  melalui Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 5 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Raja Ampat.

GAMBARAN UMUM KABUPATEN RAJA AMPAT

Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu dari 3 (tiga) Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Sorong pada Tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002 dengan batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah Barat : Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi  Maluku Utara
  • Sebelah Utara : Negara Republik Federal Palau, Samudera Pasifik
  • Sebelah Timur : Kabupaten Sorong dan Kota Sorong
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Seram Utara, Provinsi Maluku

Sekitar 80 persen Wilayah Raja Ampat berupa bentangan laut biru yang merangkai kurang lebih 610 buah pulau besar dan kecil, terletak pada koordinat 2°25’ Lintang Utara sampai 4°25’ Lintang Selatan dan 130° – 132°55’ Bujur Timur  dengan luas wilayah 46.108 Km2. Pada Tahun 2010 terdiri dari 24 Distrik (Kecamatan) dan 117 Kampung dan 4 Kelurahan dengan  jumlah penduduk Kabupaten Raja Ampat  sebanyak 60.389  Jiwa (Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Raja Ampat) dengan mataa pencaharian sebagian besar penduduknya yaitu di sektor perikanan, perkebunan, pertanian, pariwisata dan budaya serta koperasi (UKM). Khusus untuk pelayanan kesehatan dasar, terdapat 20 Puskesmas ( 7 puskesmas rawat inap dan 13 puskesmas rawat jalan), 30 puskesmas pembatu, dan 26 polindes dengan tenaga dokter umum yang bertugas di puskesmas sebanyak 20 orang dokter yang sebagian besar adalah dokter PTT. Jarak tempuh yang sedemikian jauh, kondisi laut yang kadang tidak bersahabat dan keterbatasan tenaga kesehatan sangat mempengaruhi mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Peta Kabupaten Raja Ampat dan Jarak Tempuh dari Ibu Kota Kabupaten ke Ibukota Distrik /Kecamatan

VISI DAN MISI PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT

VISI KABUPATEN RAJA AMPAT

“Gerakan Membangun Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat untuk Mewujudkan Raja Ampat sebagai Kabupaten Bahari yang Sejahtera.”

MISI KABUPATEN RAJA AMPAT

Untuk mewujudkan Visi Pemerintah Daerah tersebut diatas, telah dibuat beberapa misi yang harus dilaksanakan oleh seluruh perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat yang terdiri dari 5 (lima) misi :

  1. Membangun Pariwisata, Perikanan dan Kelautan serta sektor ekonomi strategis lainnya sebagai basis utama pertumbuhan ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dengan mempertimbangkan prinsip pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
  2. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing
  3. Mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur daerah untuk menggairahkan pariwisata dan perikanan kelautan serta sektor ekonomi strategis daerah lainnya
  4. Menata struktur kelembagaan pemerintah yang kaya fungsi sambil menumbuhkan kepercayaan public
  5. Memberdayakan masyarakat kampong dan masyarakat adat untuk menanggulangi masalah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat